Pertahankan Eksistensi Bisnis Online-mu Menggunakan Cara Di Bawah Ini!

Tag

, , , , ,


Sudah lebih dari dua tahun saya mengenal bisnis online yang pada waktu itu hanya wacana saja. Bolak-balik cuma jadi pembeli barang-barang online tanpa pernah tahu bagaimana mekanisme atau metode yang mereka gunakan sehingga saya pun secara tidak sadar tergiur untuk beli ini itu. Ketika membeli barang dari teman, saya berpikir bahwa tampilan gambar mereka menarik. Testimoni para pembeli juga menjadi alasan saya yakin ingin membeli makanan ‘A’ atau barang ‘B’. Tidak ada rasa takut ditipu atau pun barang tidak sesuai. Alhamdulillah belum pernah tertipu dan jangan sampai deh!

Melihat kesuksesan teman-teman, akhirnya setahun berikutnya saya mulai menjajaki dunia bisnis online dengan berjualan donat mini. Sebenarnya awal memulai usaha bisnis online bukan dari saya sendiri, melainkan dorongan para sahabat dan teman. Mereka tahu bahwa saya suka memasak aneka roti dan kue, sehingga sangat disayangkan kalau hanya dinikmati sendiri tanpa menjadikannya sesuatu yang menghasilkan. Bener juga ya..  saya pikir kok siklusnya gitu-gitu saja. Masak—makan—masak—makan lagi. Tenaga habis, dompet pun juga menipis. Ya, penyesalan dan kesadaran memang baru akan terjadi belakangan.

(Dokumentasi pribadi: Bisnis online dengan Donat mini atau Domi)

Atas masukan dan saran mereka, saya pun belajar cara memulai bisnis online dan tahapan-tahapannya. Kala itu segalanya berjalan lancar dan pesanan donat mini terus mengalir. Barulah di pertengahan tahun 2016 saya mengalami kemandekan yang cukup lama dan parahnya saya tidak tahu penyebabnya. Saya pikir tidak ada masalah dengan donat yang saya buat. Segala bahan yang digunakan fresh, bahkan orderan tepat waktu. Harga juga sangat murah dan terjangkau. Belum lagi saya menerapkan bebas ongkir untuk pembelian dua pack. Lalu salahnya di mana? Rupanya setelah berkeluh kesah dengan salah seorang teman, ada banyak kesalahan-kesalahan kecil yang kurang saya perhatikan. Antara lain kurangnya promosi, terlalu fokus di urusan dapur sehingga manajemen bisnis tidak di-handle dengan baik, respon pelanggan yang lama, serta kurang memerhatikan keluhan dan kekurangan dari para konsumen.

Dari segala hal yang terjadi, maka mereka dan saya mencoba terus bertahan seiring banyaknya pesaing yang bermunculan dengan menawarkan produk serupa. Hal di bawah ini kami lakukan hingga sekarang untuk mempertahankan eksistensi bisnis online agar terus mampu bersaing di tengah-tengah derasnya persaingan dengan perusahaan makanan yang sama.

Kelola Media Sosial Dengan Tepat

Free stock photo of laptop, technology, ipad, tablet(ilustrasi oleh pexels.com)

Bisnis online tidak dapat dipisahkan dari media sosial, yang mana sebagai sarana pertama dalam memperkenalkan produk kita. Saya pun juga begitu. Mulai dari BBM dengan kontak terbatas saya pun merambah menggunakan facebook, instagram dan twitter. Menggunakan media sosial disertai caption menarik melalui ketiganya adalah keputusan tepat yang pernah saya ambil. Apalagi saat ini saya melakukan promosi berbayar dengan facebook. Harga pembayarannya pun cukup terjangkau dan dalam waktu satu minggu kami mendapatkan banyak pelanggan di fanspage. Usai menggunakan media sosial, teman saya pun menyarankan untuk mendirikan website khusus berjualan, sehingga pembeli akan mendapatkan banyak pilihan dan keterangan terkait produk yang ditawarkan. Sip, langkah awal yang bagus! Jangan ragu untuk merambah ke dunia maya bila itu memberikan dampak yang lebih baik. Biasakan setiap hari aktif dan utamakan kenyamanan konsumen. Hindari auto-comment yang justru membuat pelanggan kabur karena merasa ia tidak dilayani dengan baik. Pertanyaan apa di jawabnya apa, wah.. sangat tidak disarankan ya.

Sediakan Ruang Untuk Menerima Testimoni Pelanggan

Free stock photo of person, hands, people, smartphone(sumber foto : pexels.com)

Ternyata meminta testimoni pelanggan merupakan hal penting. Ini tidak boleh diabaikan bagi siapa pun yang ingin memperdalam bisnis online. Testimoni baik atau buruk harus diterima secara adil. Sebab, testimoni berguna untuk menutup kekurangan-kekurangan yang ada pada bisnis atau usaha kita. Kami menerapkan testimoni per hari, artinya setiap malam dan pagi kami senantiasa memposting pertanyaan yang ditujukan pada pelanggan terkait tanggapan mereka pada produk kami dan apa yang diinginkan ke depannya. Dari situ, menjelang larut biasanya kami melakukan evaluasi menyeluruh. Memeriksa produk hingga metode bisnis selanjutnya.

Mengadakan Give Away atau Kuis

Free stock photo of love, relaxation, luxury, gift
(sumber: pexels.com)

Mengadakan give away dan kuis ternyata menjadi teknik marketing luar biasa lho! memberikan persyaratan untuk share, tag, dan sebagainya mampu menaikkan jumlah pengikut atau followers fanspage. Kita bisa mengadakan kuis dan give away berhadiah uang tnuai atau pun lainnya. Dai sanalah akan tercipta antusiasme luar biasa, baik dari pengikut maupun yang baru bergabung. Semakin banyak jumlah pengikut maka semakin banyak pula yang tahu akan produk kita. Tidak perlu setiap minggu untuk mengadakan event apabila modal belum mencukupi. Setiap bulan pun kita dapat melakukannya. Ampuh kah? Sangat recommended pokoknya!

Berikan Kejutan Untuk Pelanggan

Black Box With Green Bow Accent(ilustrasi foto oleh pixabay.com)

Maksudnya apa sih? Maksud saya adalah berikan kejutan pada tiap pembelian produk bagi konsumen, sehingga mereka membeli dari kita pun tetap mendapat keuntungan. Misalnya saja saya memberikan kupon di dalam produk yang diantarkan ke konsumen. Apabila kupon itu dikumpulkan dan mencapai poin tertentu, maka dapat ditukarkan dengan produk yang kita miliki. Dengan kata lain, mereka mendapat produk tanpa harus mengeluarkan uang. Akan tetapi dengan cara menukarkan kupon tersebut.  Ada lagi nih yang nggak kalah booming. Terapkan berbagai ide yang dapat menaikkan brand produkmu sekaligus menjaga kualitas serta kuantitas konsumen.

Sediakan Kualitas Gambar Yang Bagus

Shallow Focus Photo of Dslr Camera on Brown Wooden Table(ilustrasi oleh : pexels.com)

Selain harus pandai bercuap-cuap di media sosial, pendukung lain yang menarik konsumen adalah kualitas gambar. Kalau pun tidak memiliki kamera mahal, kita dapat memanfaatkan smartphone kok. Usahakan mengambil angle yang bagus saat memotret. Ambil gambar sebanyak mungkin dan bandingkan gambar manakah yang akan lebih baik jika digunakan sebagai penarik minat konsumen. Meskipun begitu, bukan berarti sisa gambar lainnya dibuang ya.. akan lebih baik gambar-gambar yang lain turut disimpan. Sebab, menurut pengalaman saya tetap ada beberapa konsumen yang meminta foto dalam bentuk lain agar mampu meyakinkan mereka. Nah, gimana? jangan lupa perbaiki kualitas gambar produkmu ya.

Empat hal tersebut menjadi dasar yang bisa diterapkan untuk mempertahankan bisnis online supaya tetap berdiri. Dan jangan lupa, teruslah berinovasi.

Memanfaatkan Barang Impian Untuk Menyelesaikan Misi Hidup Melalui ShopBack

Tag

, , , , , ,


Dalam hidup saya, setiap tahun selalu ada target yang ingin dibeli dan mendapatkan barang-barang sesuai dengan kebutuhan sehari-hari. Bagi saya, setiap benda yang digunakan akan memiliki manfaat besar apabila kita tahu cara menggunakan atau memakainya. Terlebih lagi, benda tersebut mampu menunjang kekurangan-kekurangan yang kita dapati setiap hari. Sebab, setiap manusia tentu berusaha agar ia memiliki waktu seefektf dan seefisien mungkin meskipun terganjal oleh berbagai kendala. Seluruh pekerjaan yang di-handle secara cepat sekaligus tepat akan menghasilkan sisa waktu yang nanti akan saya gunakan untuk mencapai target lain, begitu pula seterusnya. Oleh karena itu, saya memerlukan benda-benda di bawah ini agar target saya setiap bulan, tahun, dan di masa mendatang dapat diraih tanpa harus menganggu kegiatan yang lain. ShopBack, tolong bantu saya ya mendapatkan barang-barang di bawah ini:

  1. Savello Office Chair SELCO ST0 – Cokelat

    Akibat sering menggunakan laptop dengan cara tengkurap di atas tempat tidur selama berbulan-bulan, pada akhirnya mata saya mengalami pengendoran syaraf, pedas, dan bengkak di bagian luar akibat posisi yang salah dan berujung membahayakan organ vital tersebut. Ya, karena pekerjaan baru dalam bidang menulis, mengharuskan saya duduk berjam-jam di depan monitor dan menyelesaiakn deadline. Alih-alih karena belum memiliki kursi impian, saya mencoba berganti-ganti posisi dan paling sering adalah tengkurap di atas tempat tdiur sembari menghadap internet. Saya berpikir bahwa kursi kerja itu harus bisa saya dapatkan, sehingga perlu dan harus berusaha keras menabung agar mampu membeli barang impian itu. Penuh tekad dan keyakinan, saya pun memforsir diri sendiri agar mampu menghasilkan banyak tabungan dan suatu hari dapat memboyong kursi itu ke rumah. Namun, baru-baru ini kebiasaan buruk itu terendus oleh ibu dan saya dipaksa istirahat menggunakan laptop terlalu lama. Padahal cita-cita saya menjadi penulis sangatlah besar.

  2. Asus Mini PC VivoPC VM62-G174M – 4GB – Intel Core i3 


    Saya berpikir bahwa keuntungan menggunakan laptop adalah mampu di bawa ke manapun serta tetap on meski mati lampu saat deadline menulis begitu dekat atau ada suatu pekerjaan yang mengharuskan membawa perangkat tersebut. Namun karena menulis tidak dapat dipisahkan dari internet sebagai sumber referensi untuk melengkapi data, lama-lama laptop saya mengalami kondisi seperti laptop lainnya yang sangat cepat panas dan baterei pun ikut terpengaruh. Terlalu lama menggunakan laptop pada bidang yang saya geluti rupanya kurang cocok dan justru membuat baterei boros dan bila mengganti baterei baru pun tentu bukanlah solusi tepat. Saya putuskan memilih ASUS MINI PC yang bandel dan mampu bertahan lama meski dalam keadaan on atau digunakan berselancar di internet. Pekerjaan tentu akan mudah dilakukan apabila ditunjang dengan perangkat yang sesuai kapasitas dan tentu memilih shopping melalui ShopBack.

  3. GILINGAN MI MOLEN PANGSIT STENLESS AMPIA

    Memasak merupakan salah satu cara terbaik bagi saya dan ibu untuk melepas stress di tengah-tengah pekerjaan berat yang menuntut selalu prima baik fisik maupun pikiran. Mengingat hal itu, kami sepakat untuk mencari jalan keluar yang bisa dikerjakan bersama tanpa menguras banyak biaya atau waktu dan jatuhlah pada hobi memasak. Kapan pun ada waktu untuk memasak bersama, saya dan ibu senantiasa melakukannya meski di hari aktif sekali pun. Usai mengajar atau selesai bekerja kami biasanya membuat kudapan atau camilan untuk keluarga yang beranggotakan enam orang. Ibu paling suka membuat aneka gorengan seperti molen, pastry, dan sejenisnya. Saya pun tidak jauh dari ibu yang menyukai dunia pastry and bakery atau aneka roti. Bekal saya adalah resep masakan sehat dengan komponen yang dibuat secara alami serta higinies. Saya masih ingat betul, kemarin lalu ibu ingin sekali membuat mie sehat yang berbahan sayuran, akan tetapi kami belum memiliki alat penggilingannya. Tidak lama kemudian setelah pembicaraan itu, kami pun memutuskan untuk pergi ke mall dan supermarket, namun benda yang dicari oleh ibu tidak sesuai ekspektasi. Tetapi sepertinya saya tidak perlu khawatir lagi karena barang impian yang dicari oleh ibu bisa didapatkan di tokopedia melalui ShopBack.

  4. tas ransel wanita

    Mengapa tas? tas ransel wanita adalah barang impian saya berikutnya yang sangat penting. Bagi syaa pribadi tas ransel merupakan tempat aman untuk meletakkan seluruh barang-barang kecil yang lain agar aman dari tangan jahil di luar sana. Selain hobi memasak, saya juga hobi mengeksplore daerah-daerah sekitar saya untuk menemukan inspirasi dan memperluas jangkaun ketika menulis alur cerita berdasarkan tata letak wilayah atau daerah. Pekerjaan ini memang berisiko karena harus membawa berbagai peralatan ketika berada di outdoor, namun saya yakin bila barang tersebut mendampingi aktivitas sehari-hari tentu akan lebih praktis dan aman dari tangan para pencuri. Bukan itu saja, ketika mengendarai motor, tas ransel menjadi opsi paling nyaman bagi punggung agar tidak memikul beban berat karena hanya perlu melonggarkan bagian selempangnya lalu disandarkan pada motor.

  5. Aprica Stroller Bayi Air Ria Luxuna – Red

    Karena usia sudah matang dan pantas untuk menikah, maka rencana di masa yang akan datang bagi rumah tangga saya dan suami, saya pun mengatakan padanya bahwa barang impian saya bila nanti diberikan rejeki oleh Tuhan (buah hati yang lucu-lucu dan menggemaskan) maka saya ingin sekali memiliki Stroller, terutama warna merah. Sebab saya suka sekali warna merah, sesuai dan pas dengan tim kesayangan saya di Liga Inggris. Stroller sangat penting bagi saya dan suami untuk mengajak buah hati kami berpetualang di luar atau menjaganya dengan jarak dekat ketika sibuk dengan berbagai urusan pekerjaan di rumah. Dulu waktu masih kecil saya diletakkan oleh ibu di stroller dan kata beliau saya lekas tidur cepat karena merasa nyaman.

Barang-barang di atas tidak akan mampu saya peroleh begitu saja tanpa ShopBack. Apa itu ShopBack? ShopBack merupakan online platform yang memberikan CashBack berupa potongan harga kepada pembeli yang biasa berbelanja di website-website marketplace Indonesia, seperti Lazada, Tokopedia, Tiket.com, Blibli, Alfacart, Elevenia dll. Potongan harga nantinya akan disesuaikan dengan marketplace yang dipilh dan yang paling penting adalah Ketika berbelanja online melalui ShopBack, pihak platform akan mengembalikan sebagian uang yang sudah dibayar dalam bentuk Cashback atau uang kas. Ini berarti kita bisa berhemat dengan mendapatkan uang ekstra yang tak terbatas setiap kali ingin belanja online melalui ShopBack! Wah, menggiurkan sekali ya..

Dalam berbelanja online kita dituntut untuk informatif, terpercaya, dan transparan agar tetap selamat meskipun melakukan jual beli di media sosial. Lebih luasnya lagi, ada hal-hal yang harus diperhatikan dalam membeli barang yang kita inginkan melalui aktivitas online. Salah step, maka kemungkinan terjebak dalam penipuan, baik barang tidak sesuai harapan atau pihak marketplace beserta platform penghubung melalukan tindakan curang. Oleh karena itu, kita sebagai konsumen harus melakukan beberapa cara supaya belanja tetap aman, harga terjangkau dan selamat sampai rumah:

  • Pastikan marketplace yang kita pilih termasuk dalam daftar tempat jual beli online meyakinkan. Jangan pernah ragu untuk bertanya melalui forum tanya jawab yang disediakan atau menghubungi pihak admin di media sosial tempat biasa mereka melakukan promosi. Sesepele apa pun pertanyaan tersebut, jangan pernah ragu agar kita tidak mengalami kerugian panjang.
  • Gunakan platform online yang mudah diaplikasikan dalam keadaan darurat sekali pun, sebab efisiensi waktu merupakan hal penting demi menghadapi kekhawatiran/musibah yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Misalnya ShopBack.
  • Meminta review pada teman atau sahabat tentang situs belanja online yang aman dan baik. Pada umumnya mereka yang berpengalaman akan memberikan kamu banyak pertimbangan sebelum membeli barang yang diinginkan.
  • Periksa baik-baik aturan yang diterapkan oleh sebuah platform online & marketplace yang dituju. Terkadang kelemahan bukan terletak pada mereka sebagai situs penyedia, akan tetapi pada pengguna seperti kita yang tidak jeli membaca atau meremehkan aturan-aturan kecil.
  • Periksa barang sebelum memutuskan membeli. Permasalahannya adalah terkadang barang tidak sesuai dengan bayangan kita karena bahannya tipis, warna tidak sama dengan gambar yang disuguhkan dan sejenisnya. Untuk hal ini sebaiknya kita mencari sumber informasi dari dunia maya karena pabrik tidak mungkin memproduksi hanya satu barang.

Nah, dari seluruh tips dan trik dari saya di atas, maka saya rekomendasikan menyimak video yang disuguhkan oleh ShopBack untuk meringankan beban konsumen dalam berbelanja di situs marketplace besar di Indonesia.

Saya dan kalian yang ingin mendapatkan barang-barang impian seperti di atas secara aman, terpercaya dan dapat dipertanggungjawabkan kinerjanya harus terlebih dahulu mengikuti berbagai langkah yang dianjurkan. Dijamin sederhana dan sangat mudah namun berkualitas. Begini langkah-langkah mudahnya dalam menggunakan ShopBack:

  1. Klik link toko melalui situs ShopBack dan kamu akan dialihkan ke situs toko tersebut
  2. Belanja seperti biasa di situs toko tersebut
  3. Cashback akan masuk otomatis di akun ShopBack kamu dalam waktu 48 jam dengan status ‘Tertunda’
  4. Status Cashback akan berubah dari ‘Tertunda’ menjadi ‘Bisa diklaim’ setelah order divalidasi oleh pihak merchant. Perubahan status memakan waktu 30-60 hari untuk memastikan tidak ada order yang ditukar atau dikembalikan
  5. Kamu dapat meminta pembayaran setelah mengumpulkan Cashback yang bisa diklaim minimum Rp 50.000
  6. Bonus can only be cashed out when your Redeemable Cashback reaches Rp 50.000
  7. Tarik Cashback kamu ke rekening bank seperti BCA, BNI, Mandiri, dan lain-lain

    “Jika berbelanja di online platform yang memudahkan kehidupan kita, maka di sanalah tanda usaha dalam menggapai impian kian dekat. Barang impian bukan sekadar barang, akan tetapi bahu untuk memikul sebagian yang menyulitkan. Shopping? ShopBack juara kualitasnya”

 

Teknologi Yang Positif: Move On Dari Manual Ke Digital

Tag

, , , ,


 

 

Berbicara tentang perkembangan teknologi di Indonesia tidak lengkap rasanya kalau belum membahas fenomena ‘kekinian’ yang terjadi di Tanah Air. Eits, tapi yang akan saya tulis adalah di sini ‘kekinian’ yang bermanfaat dan tentunya memiliki gambaran positif agar dapat membantu pekerjaan kita sehari-hari supaya lebih mudah ya…

Sebenarnya sejak kapan sih teknologi, terutama internet mulai merambah Indonesia? Menurut Wikipedia, internet di negara kita tercinta ini mulai digunakan pada tahun 1990-an yang pada saat itu dipelopori oleh RMS Ibrahim, Suryono Adisoemarta, Muhammad Ihsan, Robby Soebiakto, Putu, Firman Siregar, Adi Indrayanto, dan Onno W. Purbo. Melalui Universitas Indonesia, mereka mendaftarkan IP (Internet protocol) pertama Indonesia. Sejak saat itulah teknologi mulai mengalami perubahan yang signifikan dari tahun ke tahun bahkan hingga saat ini.

Seorang ilmuwan, Ursula Franklin (1989) berpendapat; tekonologi merupakan suatu cara praktis yang menjelaskan tentang cara manusia dalam membuat segala sesuatunya lebih praktis. Franklin juga menyimpulkan bahwa setiap orang dapat membuat serta mengembangkan teknologi apabila mempelajarinya dengan baik. See, di abad ke-21 sekarang, teori Franklin dibuktikan dengan adanya para ahli IT yang mulai menelurkan karya-karya mereka hingga menghasilkan berbagai aplikasi yang digunakan oleh masyarakat sebagai penunjang kebutuhan sehari-hari. Berkat siapa? Tentu kerja keras dan ketersediaan teknologi dong ya..hehehe

Awal mula di era 90-an, teknologi masih menjadi hal tabu meski sudah menyusup ke beberapa wilayah di Indonesia karena meskipun keberadannya nyata, sumber daya manusia yang berfungsi sebagai penggerak dinilai belum memadai. Dibandingkan yang memanfaatkan kecanggihan teknologi, sebagian besar rakyat Indonesia masih memilih taraf ‘manual’ guna menyelesaikan kegiatan mereka. Namun bukan Indonesia namanya bila tidak cepat mengikuti pergerakan global.  Berkat kegigihan para pelajar yang konsisten mengikuti pendidikan teknologi infromasi, Teknik Informatika dasar, dan sejenisnya serta peka terhadap kemudahan berkomunikasi, diangkatlah akses digital baru yang mulai booming di tengah masyarakat luas pada tahun 2000 sampai saat ini. Sebut saja seperti penggunaan email untuk mengirim data penting, pertukaran informasi dari dunia maya hingga pengendalian peralatan rumah tangga berbasis smartphone yang sudah dipraktikkan oleh berbagai instansi sehingga mengubah wajah pendidikan Bumi Pertiwi. Wah, keren juga ya pemuda-pemudi bangsa! Tidak berhenti di situ, menurut survey yang diselenggarakan oleh situs Jobplanet, sebanyak 7.500 koresponden dalam bidang Teknologi Informasi, 64%-nya adalah wanita. Hal tersebut sangat mengejutkan sekaligus membuktikan bahwa perkembangan teknologi di Indonesia benar-benar tidak terbantahkan.

Berteknologi Sehat dan Bermanfaat

Apabila ditelisik lebih mendetail, perkembangan teknologi masa kini dapat dikatakan sudah mengakar pada seluruh sektor baik pendidikan, ekonomi, transportasi, kebudayaan, maupun ranah pemerintahan yang belakangan ini sedang gencar-gencarnya mengumpulkan data penduduk. Jadi, dilihat dari banyaknya sektor yang memilih memanfaatkan eksistensi teknologi dapat disimpulkan jika sistim manual sudah beralih pada sistim digital. Yaps, teknologi digital merupakan pengoperasian yang minim menggunakan bantuan manusia dan condong dikerjakan oleh sistim komputerisasi (otomatis) sehingga lebih cepat dalam menghasilkan & memperbarui data. Sebagai manusia yang memanfaatkan teknologi kita memiliki dua pilihan. Pertama, menjadi seorang pioneer yang melakukan suatu penelitian kemudian mengaplikasikan pada sebuah karya. Kedua, menjadi pengguna dengan beragam fasilitas yang dapat digunakan. Keduanya kembali pada diri masing-masing asal dapat dipertanggungjawabkan. Pada sektor tertentu yang menggantungkan aktivitasnya pada tekologi serta sarat dengan siklus up to date, maka kita dapat melihat beberapa perubahan yang terjadi pada:

  1. Sektor pendidikan
    Pada dunia pendidikan, teknologi berperan besar dalam membekali ilmu pengetahuan dasar para siswa. Di sisi guru dan para pihak pengajar, teknologi menyediakan layanan praktis yang memudahkan hubungan antara mereka dan siswa-siswinya. Saya ingat betul dulu pada tahun 2005, ilmu komputer serta seluruh keistimewaan yang mencakup di dalamnya (internet, dunia digital, dan lain-lain) mulai diberlakukan di berbagai sekolah wilayah perkotaan, kemudian disusul wilayah pedesaan. Di sekolah, saya mendapat pelajaran TIK (Teknologi, Informasi, Komunikasi) yang mewajibkan para siswa membuat e-mail untuk mengerjakan soal-soal online. Lalu mulai masuk jenjang SMA, separuh tugas harus bergantung pada komputer/laptop guna melengkapi tugas semacam karya tulis yang diberikan guru. Masih berkutat dengan dunia teknologi, pada awal masa perkuliahan, seorang Dosen Aplikasi Komputer saya memberikan tugas  agar membuat sebuah blog dan menuliskan sebuah artikel bertemakan ‘Korupsi’. Yaps, blog inilah yang masih aktif saya gunakan sebagai sarana lomba DUMET School, hehe. Kembali lagi ya ke sektor pendidikan.. Teknologi dalam dunia pendidikan pada generasi saya sangat jauh berbeda dengan generasi ‘kekinian’ saat ini. Dulu, kamus bahasa yang tebalnya sepersekian sentimeter tidak pernah tertinggal ketika mata pelajaran bahasa baik indonesia atau inggris berlangsung, namun kini para guru lebih suka memanfaatkan aplikasi kamus bahasa yang diunduh dari playstore sebagai pendamping masa belajar bersama muridnya. Mereka menilai penggunaan kamus digital yang mengandalkan kemewahan teknologi lebih efektif dan efisien. Bahkan di kelas  perkuliahan seorang dosen sudah tidak perlu lagi mengadakan tes secara on-desk, namun melalui aplikasi yang mereka ciptakan khusus untuk pengisian kuis, tes, dan sebagainya. Mengingat contoh tersebut, apa yang menyebabkan kondisi semacam itu dapat terjadi? Jawabannya adalah teknologi.
  2. Sektor ekonomiMungkin sektor ekonomi dapat menjadi pembahasan terpanjang dalam topik perkembangan teknologi saat ini. Sebab kita tahu bahwa hampir seluruh perusahaan baik perorangan sampai berbentuk persero yang bertindak sebagai produsen menggunakan teknologi guna mencapai range penjualan mereka. Lalu bagaimana dengan konsumen seperti saya, kita, dan kamu? Sama saja, karena hubungan penjual dan pembeli saling terkait, maka saling membutuhkan. Dimulai dari sistim pemesanan barang pada perusahaan secara online hingga menjamurnya berbagai toko online yang menyediakan jasa sesuai kebutuhan konsumen dapat kita temui atau bahkan kita termasuk bagian di dalamnya. Hayoo..ngaku hehehe.. Pemesanan digital dimaksudkan agar memudahkan aktivitas dan menuruti selera konsumen di wilayah pasar. Bahkan perusahaan-perusahaan kecil perorangan pun tak mau kalah untuk memasang digital marketing yang bertumpu pada media sosial seperti instagram, facebook, website pribadi, dan twitter. Jadi, jangan kaget ya kalau menemukan para penjual online di medsos kamu. Melihat respon yang cepat dari para pengguna teknologi canggih, aplikasi belanja online pun kini juga sangat mudah diunduh dari playstore. Mau cari baju model A hingga Z dengan harga serta kualitas oke? Tenang, bisa kita dapatkan di toko online #bukaniklan. Lagi, dalam dunia ekonomi perbankan, seorang customer tidak perlu repot harus bolak-balik ke bank untuk mengambil uang atau sekadar bertransaksi berupa transfer, membayar pajak listrik, voucher dan lain-lain. Mereka cukup datang ke mesin ATM terdekat dan memanfaatkan kartu digital yang telah dibuat. Mudah sekali bukan? Ya dong, digital gitu loh hehe. Bagaimana pembayaran lintas negara? Wauw, bahkan sekarang sudah marak layanan penyedia jasa transaksi yang menyediakan akses bagi para penggunanya di seluruh dunia lho!

    Masih seputar ekonomi, kira-kira dunia teknologi memberikan dampak apa lagi ya untuk masyarakat dalam negeri? Jawabannya adalah pekerjaan. Yaps, bagi mereka yang belum atau sedang mencari pekerjaan dapat memanfaatkan berbagai aplikasi pencari kerja di internet. Di sana para pencari kerja dapat survive untuk menstabilkan kondisi perekonomian yang diangga kurang baik, sebab dalam dunia teknologi yang serba canggih ini—bekerja tak harus kantoran, rumahan juga dapat dilakukan bila serius menekuni dunia maya rasa nyata ini #Tsah

  3. Sektor transportasi
    Menengok sektor transportasi, saya masih tidak percaya bahwa jasa sekelas ojek, taksi dapat dipesan secara online dan dikemas lebih praktis namun savety. Dijanjikan fasilitas nyaman, transportasi yang mengandalkan perkembangan teknologi ini rupanya juga diciptakan oleh anak bangsa yang peduli dan tanggap akan keluhan para penggunannya. Mereka beramai-ramai mendirikan sebuah perusahaan jasa online yang khusus diperuntukkan dalam bidang transportasi. Meskipun belakangan ini sering kisruh, namun satu fakta yang tidak dapat dielakkan adalah kemudahan akses dan keunggulan jasa tersebut mengalami peningkatan bahkan memengaruhi pihak lain untuk membuat terobosan serupa. Hal yang sama juga dilakukan oleh pihak maskapai penerbangan hingga penyedia jasa travel. Sekarang kita tidak perlu lagi memesan tiket di tempat atau mencari travel ke sana ke mari sampai-sampai menghabiskan bahan bakar karena sibuk survey. Jangan ya! Cukup gunakan internet lalu cari deh layanan transportasi yang diinginkan.
  4. Sektor organisasi nirlaba

    salah satu karya anak bangsa dalam dunia teknologi sebagai aksi kemanusiaan

    Sektor satu ini masih terbilang baru, namun responnya sangat luar biasa. Reaksi masyarakat sangat tidak terduga dengan adanya organisasi nirlaba yang memanfaatkan kekuatan internet. Seperti search engine yang tempo lalu dibuat oleh seorang gadis muda asal Indonesia khusus untuk mengumpulkan pundi-pundi amal dalam rangka membantu korban bencana di Aceh. Ternyata membantu saudara kita yang membutuhkan bisa juga menggunakan kekuatan teknologi ya.. persis seperti kata Franklin; kalau mempelajari teknologi dengan serius pasti bisa menciptakan sesuatu yang bermanfaat. Besarnya partisipan dalam media sosial memang tidak dapat dipungkiri. Penyebaran informasi di media dikategorikan lebih cepat dibandingkan virus bahkan dalam waktu satu jam sebuah tulisan dapat dibagikan sebanyak seribu kali. Hal tersebut menandakan, penggunaan perangkat di Indonesia sudah mencapai taraf yang sulit terkendali. Semakin masyarakat terbuka dengan perkembangan teknologi, maka mereka akan berbondong-bondong mencari alternatif pendukungnya yakni gadget, akun media sosial, dan kebutuhan material berupa pulsa. Ketiganya saling berkaitan dengan kedua sektor sebelumnya. Melihat adanya kesempatan yang tinggi, maka tidak heran bila para pioneer sebuah website atau organisasi nirlaba gencar melakukan gebrakan baru yang mereka pikir dapat menghasilkan sesuatu, terutama untuk tujuan kemanusiaan. Satu postingan akan dibagikan oleh orang lain, kemudian disusul berikutnya dan terus bertambah hingga menggugah banyak kalangan untuk ikut bersuara.

    “Seharusnya dengan teknologi kita mampu berkarya hingga menanam benih di taman surga”

  5. Sektor kebudayaan
    Meskipun kebudayaan dan teknologi terkadang dipandang sebagai dua hal yang berlawanan, faktanya saat ini pengenalan kebudayaan dari suatu negara ke seluruh penduduk bumi di dunia dilakukan melalui beberapa cara. Di Indonesia sendiri misalnya. Untuk mempromosikan dan memperkenalkan potensi budaya serta pariwisata wilayah luar Jawa, pemerintah baik pusat atau daerah gencar mengadakan suatu kompetisi SEO, blogging artikel yang berguna menambah pengetahuan para pembaca tentang suatu kebudayaan wilayah Indonesia, khususnya bagian Tengah dan Timur. Sekali lagi, teknologi memainkan peran dominan dalam perkembangan zaman dan menciptakan peluang-peluang baru dalam sebuah sektor.
  6. Sektor rumah tangga

    Ilust by Nisakaje (additional from google)

    Tidak kalah dari sektor ekonomi, dalam sebuah rumah tangga yang sudah mulai melek teknologi, semua aktivitas bisa dilakukan di bawah trik dan tips. Sebagai contoh nyata di keluarga teman saya, orang tuanya yang bekerja di bidang IT menggunakan smartphone miliknya untuk mengatur AC, mengganti channel televisi digital dan sejenisnya. Mereka juga memasang CCTV di halaman depan untuk memperketat keamanan rumah. Berbeda dengan kakak saya yang memanfaatkan google maps untuk bepergian atau sekadar pergi ke rumah sanak saudara yang jauh. Tidak hanya itu saja, perkembangan teknologi yang mendunia membuat seseorang mampu berkonsultasi online menggunakan smartphone atau laptop tanpa harus tatap muka, Baik itu masalah kesehatan atau seputar mencari soulsi demi kepentingan rumah tangga semata.

Dari gambaran enam sektor di atas, saya menyimpulkan bahwa bentuk perkembangan teknologi yang positif dapat diukur bila tepat sasaran ketika digunakan pada tempat dan bidangnya masing-masing. Kendati bermanfaat, dalam perkembangan teknologi pun diiringi oleh sejumlah dampak negatif akibat ulah oknum yang tidak bertanggung jawab. Kita memang diharuskan berhati-hati untuk mengelola kebutuhan yang bergantung pada kecanggihan sistim karena di atas orang pandai tentu masih banyak yang lebih cerdas. Bermanfaat atau tidak tentu terletak pada si pengguna. Sebab kita pasti akan bertanggung jawab atas apa yang kita ciptakan atau apa pun yang kita gunakan. So, untuk menjadi seorang perintis usaha, arsitektur, businessman atau lainnya kita dapat mempertimbangkan aspek teknologi yang menguntungkan tersebut sebaik mungkin serta sesuai aturan-aturan yang berlaku ya guys 🙂

Kisah Pemulung Tanpa Nama Di GOR Diponegoro Sragen

Tag


Pagi-pagi sekali aku ditugaskan ibu untuk mengantarkan adikku yang paling kecil ke GOR Diponegoro dalam rangka mengikuti latihan fisik jelang turnamen futsal. GOR Diponegoro merupakan gedung olahraga yang terletak di kota Sragen, digunakan untuk latihan atau pertandingan olahraga tertentu. Gedung itu pun cukup luas dilengkapi dengan taman bermain di depannya. Pepohonan rindang juga tumbuh lebat mengelilingi seluruh sisi luar bangunan itu hingga membuatku ingin berlama-lama duduk di bawahnya.

Berbekal air minum dan satu kantung snack, aku duduk santai sembari mengamati adikku yang sedang berlatih bersama teman dan gurunya. Sesekali kualihkan pandanganku ke arah lain─setiap sudut kuamati secara saksama. Di bagian barat taman, ada penjual aneka makanan kecil sedang asyik mengobrol dengan dua orang pengunjung. Di serambi mushola, nampak pedagang burger dan siomay tengah merebahkan badan, mungkin mereka mengantuk karena menunggu pembeli. Tidak jauh dari mushola, tampak seorang ibu sedang menyuapi buah hatinya makan. Lalu, di belakang mereka, ada seorang kakek tua yang sedang tidur meringkuk di atas ayunan. Dari seluruh aktivitas pengunjung di taman GOR, hanya beliau yang mampu membuatku mematung beberapa detik. Ia tidur sambil menutupi wajahnya dengan topi kumal berwarna biru. Karena penasaran, akhirnya kulangkahkan kaki menghampiri beliau. Namun, belum sampai setengah jalan, tiba-tiba kakek itu terbangun dari peraduannya. Tidak seperti orang-orang pada umumnya ketika bangun harus duduk sebentar, ia langsung berdiri dan berjalan sempoyongan memungut botol-botol bekas di sekitar ayunan. Aku juga sedikit heran dengan kondisi taman pada hari itu. Jelas-jelas ada banyak tempat sampah yang diletakkan di bawah pohon, tetapi  beberapa orang memilih membuang sampah sembarangan.

Kakek itu pun memunguti satu per satu botol bekas yang berserakan di atas paving, lalu ia tekan botol-botol itu agar sisa air yang berada di dalamnya menyembur keluar. Kudekati beliau tanpa berniat menganggu pekerjaannya. Setelah kuterawang, ternyata bukan jalannya yang sempoyongan, namun salah satu kondisi kakinya memang tidak dapat berjalan normal sehingga membutuhkan tenaga ekstra untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Meskipun begitu, aku tidak melihat ada rasa keberatan atau putus asa dari guratan wajahnya. Ia pun memasukkan sampah yang dipungutnya ke dalam keranjang bambu yang menggantung di atas sepeda tuanya. Anggap saja begitu. Aku juga bingung memberikan nama apa tempat yang beliau gunakan sebagai wadah, namun orang di Jawa menyebutnya sebagai ‘bronjong’.

“Lelah juga jalan ke sana ke mari kayak anak ilang begini,” gumamku pelan. Tak mau terus berdiri, aku pun meluyur menuju ayunan yang berada di dekatku─ayunan yang sempat digunakan kakek itu untuk melepas lelah.

“Tidak apa-apa, Mbah. Duduk sini,” seruku pada kakek itu yang terkejut saat membalikkan badan melihatku duduk di atas pembaringannya. Ia pun perlahan berjalan mendekat dan tak lama, sosok itu sudah duduk di hadapanku. Kami duduk berhadapan, bertatap muka satu sama lain.

“Mbah, sudah lama di sini?” tanyaku penuh rasa berani.

“Sudah,” jawabnya singkat.

“Rumahnya di mana?”

“Rumah saya di S-Mulyo, Mbak,” kata beliau sambil jarinya menunjuk-nunjuk ke arah utara.

“Ow.. tinggal dengan siapa?” aku melanjutkan bertanya.

“Bersama istri saja,”

Lha istrinya kerja apa, Mbah?”

“Istri saya jualan jamu, Mbak,”

“Jualan di mana? Di rumah atau di mana?”

“Jualan jamu keliling jalan kaki, Mbak,”

“Begitu toh…” aku manggut-manggut mendengar jawaban kakek itu. Ia hanya menjawab seluruh pertanyaanku tanpa basa-basi. Bahkan beberapa kali keadaan hening, bibirku juga bergeming sejenak karena ia tidak bertanya kembali padaku.  Kepalaku serasa diperas, memutar pertanyaan yang bisa memancing beliau untuk berkisah. Setidaknya pagiku tak terbuang sia-sia dan ada hikmah yang dapat kuambil pelajarannya dari beliau. Begitu pikirku.

“Emm.. Mbah, dari pagi sudah di sini?” tanyaku lagi.

“Iya, Mbak. Kalau Mbak, orang mana?” aku terkejut. Ini baru pertama kalinya ia bertanya, meski hanya seputar rumah, tapi aku sudah sangat senang.

“Saya orang Sidoharjo, Mbah. Jauh dari sini,” aku melemparkan senyum tipis padanya.

“Oh Sidoharjo! Ke arah barat terus berarti daerah Nggrompol ya? Itu tempat asal istri saya.

“Wah! Sama, Mbah. Buyut saya juga rumahnya Nggrompol,” aku tersenyum lebar menyambut ucapan kakek itu.

“Ke sini ngapain?” Kakek itu mengerutkan dahi.

“Ini, Mbah.. nganter adek saya yang bungsu latihan fisik buat futsal nanti hari kamis. Itu anaknya sedang lari-lari,” aku menoleh, menunjuk sekumpulan anak-anak yang sedang berlari mengelilingi GOR.

“Ya.. ya.. ya.” Kakek itu menganggukkan kepala.

“Mbah, punya anak?”

“Punya, Mbak. Anak saya yang perempuan jadi pembantu di Batam, kalau yang laki-laki di Sulawesi berjualan merica,”

“Kalau cucu?”

“Cucu ada lima, tapi semuanya ikut anak saya,”

“Oh begitu, lha terus kenapa Embah mungutin botol-botol itu?” pandanganku melirik ke tumpukan botol yang berada di atas keranjang bambunya.

“Itu?” beliau menoleh ke belakang, melihat dengan cepat sekumpulan botol yang telah dipungutnya.

“Iya, Mbah,”

“Kalau nggak gitu, saya mau makan apa, Mbak?”

“Emm, memangnya satu kilo bisa dapet uang berapa, Mbah?” aku menghela napas dan bertanya kembali.

“Satu kilo dapet seribu lima ratus, Mbak,” ia menatapku nanar.

“Hah? Satu kilo hanya dihargai seribu lima ratus?” sontak aku girap-girap mendengar jawabannya. Harus berapa banyak lagi botol yang ia kumpulkan hanya demi sesuap nasi untuk ia dan istrinya? Aku mencoba meneruskan pertanyaanku.

“Itu kan sudah banyak, Mbah. Kenapa ndak dijual saja?”

“Mbak, itu belum ada satu kilo!” sergahnya kala itu, seolah ia tidak terima mendengar pertanyaanku.

“Masih berapa banyak lagi, Mbah?”

“Banyak,” ia menggelengkan kepala berulang kali.

“Oh.. Mbah, sudah sarapan?” aku penasaran sejak pertama melihatnya, karena masih pagi buta ia sudah berada di GOR dan dalam keadaan tidur meringkuk.

“Belum, Mbak. Mau makan pake apa?” tanya Kakek itu seraya menundukkan kepala.

“Itu banyak pedagang, Mbah,” aku melirik beberapa pedagang yang masih sepi pembeli.

“Saya belum dapat uang untuk makan, Mbak. Saya juga tidak mungkin memelas minta makan sama mereka. Kalau saya belikan uang yang masih sedikit ini, saya kasihan dengan istri di rumah,” Beliau pun membenamkan wajah. Suaranya sedikit parau.

“Ya Allah.. Mbah, tunggu di sini ya. Jangan ke mana-mana!” pintaku padanya.

Melihatnya belum makan, aku berinisiatif untuk mencari warung di sekitar area GOR, namun belum ada yang buka. Mengingat perjuangannya mengais rejeki tanpa mau meminta, aku juga semangat berjalan agak lebih jauh, yakni menembus jalan raya. Aku menyisir setiap warung di pinggir jalan dan hanya ada satu yang masih buka, itu pun bahan-bahannya sudah hampir habis dan tinggal sedikit. Ya, nasi pecel dengan tahu goreng sebagai pelengkap lauk.

“Ini, Mbah! Dimakan ya?” aku menyodorkan sebungkus nasi yang dibalut dalam kantung plastik belang-belang.

“Makasih, Mbak,” ujar Kakek itu. Ia menerima, namun tak langsung memakannya. Sepertinya malu.

“Ya sudah, saya pergi dulu kalo gitu, Mbah,” aku berpamitan padanya lantas pergi meninggalkan ia seorang diri. Aneh memang, selepas kepergianku ia baru mau memakan makanan itu. Kuamati dari jauh, tangannya sibuk memasukkan kepalan nasi ke dalam mulut.

Kisah ini memang tidak terlihat mengenaskan seperti di luar sana, namun aku belajar dari beliau bahwa meminta bukan jalan untuk mendapatkan belas kasih. Beusahalah, maka Allah akan memberikan pertolongan melalui orang lain yang tidak akan pernah kita duga-duga. Meskipun fisiknya tak terlalu sempurna, ia masih berjuang mengais rejeki serta memikirkan istrinya di rumah. Ia masih semangat mencari nafkah tanpa meminta-minta. Baginya pekerjaan sebagai pemulung tidak seberapa, tapi kehalalan akan lebih bernilai di mata Tuhan dibandingkan tidak  melakukan usaha apapun, apalagi membohongi orang-orang. Terima kasih, Kakek─tanpa nama.

Baju sengaja saya blur karena berkaitan dengan pemilihan suatu partai hehe

Baju sengaja saya blur karena berkaitan dengan pemilihan suatu partai hehe

Kondisi GOR ketika pai hari (arah timur)

Kondisi GOR ketika pai hari (arah timur)

By Anisa KautsarJuniardi  #ParaPencariCahayaKehidupan

Gekikara Ramen: Enak Yang Kuah Atau Goreng?

Tag

, , , , , , , , , , ,


.Ini adalah kesan saya setelah bertemu dan makan Gekikara Ramen. Sebenarnya sih, saya juga tidak tahu kenapa dinamakan Gekikara Ramen. Barangkali karena memiliki cita rasa pedas dan nendang seperti karakter para tokoh yang ganas, beringas, dan kerap menindas layaknya film dorama jepang yang sempat dibintangi oleh Rena Matsui dan kawan-kawannya itu. Gekikara ramen sendiri merupakan mie instan yang diproduksi oleh Nissin Foods Indonesia dengan menggunakan teknologi canggih dari Jepang dan masih dibilang baru di kalangan pecinta mie. Meskipun tak seterkenal mie lain, namun produk Nissin cukup membuat para penikmatnya tak terlalu kecewa dan masih bisa menjangkau harga mie di pasaran. Hal ini karena sang pendiri, bernama Momofoku Ando memiliki prinsip, “Dunia damai kalau semua orang cukup makan“, “Makan yang benar membuatmu cantik dan sehat“, dan “Produksi makanan adalah melayani rakyat“. Dari prinsip tersebut, beliau mulai bereksperimen dan menciptakan serta mengembangkan produk mie ini.

photo by Nissin

photo by Nissin

Pertama saya makan gekikara ini, jujur kaget dengan rasanya. Tidak membuat tenggorokan kering dan eneg di perut. Beda juga dengan mie lain yang biasa saya makan.

Dari segi bumbu:

Bumbunya sangat sederhana, hanya ada dua bungkus yang terdiri dari satu bungkus bubuk cabai khas ramen serta satu bungkus berisi dry toping (daun bawang, wortel, dan jamur kering). Bumbunya pun tidak harus semuanya dimasukkan atau dicampurkan ke dalam mie, sebab kita bisa menakarnya sendiri sesuai dengan selera masing-masing. Saat menginginkan kepedasan yang lebih, maka bumbu bisa dimasukkan seluruhnya. Jika tidak, maka bisa setengah atau seperempatnya saja. Sisa bumbu dapat dimanfaatkan untuk membuat seblak dan makanan lain.

Dari segi mie

Mie gekikara ini berukuran lebih besar dan kenyal dibandingkan mie lain. Takarannya juga lebih banyak (Ya iyalah ya, harga aja lebih mahal haha). Waktu itu saya mencoba menjadi manusia yang tak sabaran karena penasaran mencoba sampai-sampai mentahnya pun saya cicipi. Dan lagi, saya kaget. Untuk mie mentah, gekikara ini enak. Tapi ya saya hanya nyuil sedikit karena hanya anak-anak 90-an saja yang makan mie mentah harga maratusan haha.  Takarannya juga lebih banyak dan membuat perut kenyang.

Harga

Untuk harga, beda minimarket maka beda pula harganya. Hal ini saya dapati saat saya membeli di dua minimarket yang berbeda. Minimarket pertama, saya beli dengan harga promo Rp 4800,00 dan harga normal Rp 5800,00. Sedangkan, di minimarket lain harganya Rp 5000,00.

Dari seluruh aspek Gekikara terbilang cukup lezat dan tidak mengecewakan. Untuk rasa kuah pedas dari angka 1-10, maka gekikara ramen memiliki level 3. Cocok untuk yang tidak terlalu betah memakan makanan pedas. Soal halal jangan ditanya, dari depan sudah kelihatan ada label MUI-nya. Oh, iya gara-gara ramen kuah satu ini, Ibu dan satu keluarga juga suka. Terlebih ibu, padahal makan mie lain biasanya tidak akan tahan karena rasanya yang terlalu gurih dan membuat perut eneg, tapi tidak dengan gekikara ramen. Bahkan ibu membeli hingga empat bungkus sekaligus untuk persediaan di rumah saat hujan turun. Tidak hanya ibu, kakak perempuan saya juga ikut-ikutan membeli gekikara ramen kuah ini. Karena mereka tidak semaniak saya yang suka pedas, tapi tetap bisa makan bersama. Satu bungkus gekikara ramen kuah juga bisa dimakan enam orang lho. Caranya adalah masak gekikara ramen dengan ditambahi isian sayur seperti sawi putih, wortel, kubis,  serta telur sehingga satu panci penuh dapat disantap bersama. Hanya satu bungkus dapat dimakan enam orang. Awet bukan? hehe

Eits, Gekikara ramen juga tersedia versi gorengnya. Baru saja kemarin saya melihatnya di minimarket dekat GOR Diponegoro Sragen dan tak pikir lama, akhirnya saya tarik juga mie tersebut dari rak. Ini dia penampakannya

photo by AnisaKJ

photo by AnisaKJ

Awalnya saya kira itu bulgogi hehe, tapi bukan. Harganya agak lebih mahal dari versi kuahnya, yakni Rp 5600,00. Tampilannya sangat menarik mata ya, hehe. Pinter nih yang bikin.

Dari segi bumbu

Ada tiga bungkus bumbu yang ada di dalam kemasan gekikara ramen versi goreng ini. Pertama, bumbu minyak yang kental yang terdiri dari minyak nabati, atsiri paprika dll. Kedua, bumbu serbuk dan cabai. Ketiga, dry toping yang sama dengan versi kuahnya. Di belakang kemasan komposisi bumbu sangat jelas terbuat dari bahan apa saja serta terperinci.

Dari segi mie

Untuk mie mungkin tidak beda jauh dari yang kuah ya, tetap kenyal dan ukurannya agak sedikit lebih kecil. Namun takaran tetap sama banyaknya.

Dari seluruh aspek, gekikara ramen goreng ini tidak sepedas yang versi kuahnya. Jika diberikan level 1-10, maka ia mendapat level 2 alias tidak pedas sesuai dengan bayangan saya. Jadi tolong dong, Pak.. cabainya dibanyakin haha. Menariknya adalah di belakang kemasan, ada dua tata cara pengolahan. Yakni ala Jepang dan ala Indonesia. Saya memilih memasak ala Jepang, biar jejepangan gitu, hehe. Memasak ala Jepang rupanya cukup cepat dibandingkan versi Indonesia, karena hanya menggunakan 250ml air dan tuangkan semua bumbu, lalu tunggu sampai air menguap dan kesat. Ingat, untuk memasak ala Jepang gunakan wajan ya, jangan panci. Nanti hangus lagi pancinya, hehe.

photo by AnisaKJ

photo by AnisaKJ

Tapi untuk cita rasa tetap unik. Enak dan gurih. Nggak nyesel juga meski nggak pedes, kan masih bisa saya tambah dengan cabai rawit asli yang warnanya merah menyala. Kalau kurang, bisa gunakan cabai bandot khas Dieng atau Bandung, dijamin dah, puedeesss bangat… Saya pun menghidangkannya dengan tambahan telur cah dan irisan kubis.

photo by AnisaKJ

photo by AnisaKJ

Kalau disuruh pilih, tergantung suasana dan selera. Kuah enak dan goreng pun juga enak. Tapi lebih enak lagi kalau dapat gratisan dari Nissin hehe.