Tag

, , , , ,

Pada tahun 2017 ini hampir seluruh masyarakat Indonesia sudah memiliki dan menggunakan Smartphone sebagai alat komunikasi canggih nan pintar dalam kehidupan sehari-hari. Mulai untuk berkomunikasi, belajar online, membaca berita, melakukan bisnis, hingga stalking gebetan.

Saking pesatnya perkembangan dunia teknologi, bagi mereka yang nge-hits banget dan menyukai Smartphone Flagship tak akan ragu lagi untuk mengganti ponsel pintar tersebut dengan keluaran terbaru. Hari ini menggunakan iPhone 6, besoknya sudah mengganti dengan iPhone 7 dan begitu pula seterusnya. Salahkah? Enggak dong selama memiliki dana yang cukup dan tidak merugikan orang lain.

Kalau dipikir-pikir , nggak salah juga bagi kita untuk mengganti ponsel jadul dengan Smartphone tipe terbaru yang lebih mutakhir. Sederhana saja, semakin canggih produk Smartphone yang dikembangkan, maka manfaat yang ditawarkan pada konsumen lebih baik dari sebelumnya bukan? Nah, kalau begitu maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan secara saksama nih sebelum membeli Smartphone supaya tidak terjebak dengan produk palsu. Eh, tapi kenapa sih?

Pasalnya, semakin banyak permintaan konsumen terhadap Smartphone, semakin gencar pula berbagai perusahaan tekno yang mati-matian membuat duplikatnya, alias aspal (asli tapi palsu). Hah? Memang ada? Tentu saja ada, bahkan banyak banget lho peredaran ponsel pintar palsu di pasaran. Terus gimana nih cara membedakannya? Tenang saja. Buat kamu yang awam tentang Smartphone bisa banget baca sejumlah ulasan penting tentang dunia gadget dari  Sinyaliti. Selain itu, 5 tips ini bisa kamu gunakan sebagai senjata pamungkas sebelum membeli Smartphone. Ya.. biar nggak kejebak dengan produk palsu tentunya.

  1. Selidiki harga yang sebenarnya
    Free stock photo of smartphone, technology, mockup, apps

    pexels.com

    Semua Smartphone yang dikeluarkan langsung oleh perusahaan memiliki spesifikasi dan rincian harga yang sudah ditetapkan. Kamu bisa membaca ulasan atau ringkasan tentang gadget yang ingin dibeli pada berbagai web atau situs tepercaya. Kalau harganya jauh dari harga asli, kemungkinan besar smartphone itu palsu dan tidak ori. Misalnya nih kamu mau beli LG Q6, maka wajib hukumnya membaca spesifikasi produk tersebut.

  2. Tanyalah pada Customer Service perusahaan tempat produksi Smartphone itu melalui media sosial
    Black Htc Android Smartphone on Macbook Air

    pexels.com

    Salah satu cara perusahaan Smartphone menjaring para calon pembelinya adalah menyediakan ruang QnA atau Question and Ask melalui media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Website-nya langsung. Para calon pembeli bebas bertanya tentang produk yang mereka cari dan inginkan. Seperti halnya yang dilakukan oleh Smartfren dari waktu ke waktu. Para CS menyarankan para calon penggunanya agar membeli langsung di Outlet mereka. Selain terhindar dari produk palsu, konsumen juga diberikan berbagai jaminan yang menjanjikan dan tentu produk yang asli.

  3. Nomor IMEI
    cara-membedakan-smartphone-asli-dan-palsu (1)

    via Jalan Tikus

    Dikutip dari Jalan Tikus, Smatphone memiliki kode International Mobile Equipment Identity (IMEI). Cara mengeceknya, kamu bisa dial *#06# di smartphone. Jika muncul angka yang sesuai, berarti smartphone kamu memang asli. Namun jika tidak, maka smartphone kamu palsu.

  4. Buku Petunjuk
    cara-membedakan-smartphone-asli-dan-palsu (3)
    Sebagai pengguna pastinya memerlukan buku petunjuk untuk belajar ya? Tetapi pernahkah kamu memerhatikan kalau buku petunjuk bisa menjadi penanda Smartphone yang kamu beli itu palsu atau asli? Rupanya, menurut Jalan Tikus, Manual book atau buku petunjuk penggunaan smartphone asli harusnya menggunakan bahasa yang sesuai dengan target pasarnya. Hal ini bertujuan supaya mudah dipahami oleh penggunanya.
  5. Kemasan adalah nomor satu
    Image result for kemasan smartphone palsu

    sumber oleh kusnendar.web.id

    Kenapa gitu harus kemasan? Soalnya kemasan atau box adalah tampilan pertama saat kita membeli Smartphone. Tampilan letaknya di luar, jadi bisa dibilang adalah penanda awal sebelum melihat produk yang ada di dalamnya. Untuk ukuran asli, perusahaan cenderung memberikan kemasan yang cukup elegan dan memiliki potongan anti cacat beserta warna yang lebih cerah. Tidak miring atau pun bergeronjal. Beda nih sama yang palsu, cenderung tidak rapi dan terlihat kacau. Bahkan memiliki warna yang agak pucat dan cenderung buram.