Tag

, , , , ,

Bulan suci ramadan atau bulan puasa ini tentunya kita bakal dihadapkan dengan segala jenis makanan yang enak-enak dan yummy di lidah ya.. belum lagi ditambah segala aktivitas padat lainnya. Namun, tahukah kamu bahwa faktor makanan dan kebiasaan buruk pada bulan ramadan memiliki pengaruh besar bagi kesehatanmu? Misalnya saja sering menguap karena terlalu banyak mengkonsumsi makanan berkarbohidrat tinggi padahal aktivitas malam sedikit atau badan jadi terasa lemas akibat tidur usai sahur. Hal seperti itu pasti membuat kondisi fisik jadi tidak baik, bahkan berakibat fatal di masa mendatang. Maka dari itu, yuk hillangkan kebiasaan buruk tersebut dan kita ganti dengan tips bulan puasa sehat berikut ini:

Seimbangkan Nasi Putih Dengan Nasi Merah

Red Tomato Beside Leafy Vegetablesumber foto oleh pexels.com

Kenapa sih harus nasi merah? Sebab, Nasi merah mengandung glukosa yang sangat rendah tetapi kaya serat. Bahkan berkhasiat mengendalikan gula darah dalam tubuh. Nasi putih yang dicampur dengan nasi merah akan memiliki kombinasi kebutuhan karbohidrat dan serat yang seimbang. Ambil setengah nasi merah dan nasi putih atau bisa juga menggunakan perbandingan 60:40 bagi yang menjalankan diet. Serat yang dimiliki nasi merah akan memperlancar kinerja pencernaan sehingga tubuh tidak kesulitan dalam proses buang air besar. Sementara glukosa dibutuhkan tubuh dalam membentuk vitamin dan hormon. Jadi, keduanya sama-sama penting. Selain itu, kalau enggan atau tidak suka mengkombinasikan keduanya dalam satu pirng masih ada cara lain lho! Yakni teknik shifting atau mengubah jam konsumsi nasi merah dan putih. Waktu makan malam lebih disarankan dengan nasi merah karena aktivitas bisa dikatakan sedikit, sehingga tubuh tidak banyak menyerap gula tambahan dari makanan dan serat tetap terpenuhi. Ketika sahur, maka gunakan nasi putih biasa sebagai sumber energi utama, sebab aktivitas pagi hingga sore tentu lebih padat.

Utamakan Buah-buahan Ketika Berbuka Puasa

chopping board, cup, dessertsumber foto oleh unsplash.com

Kurma merupakan makanan yang disunnahkan Rasulullah SAW ketika seseorang hendak berbuka puasa. Kenapa sih dianjurkan oleh Nabi? Sebab, kurma ini mengandung banyak khasiat, salah satunya adalah mengembalikan stamina tubuh setelah sehari penuh menjalankan ibadah puasa. Setelah kurma, maka tidak ada salahnya memakan buah-buahan segar seperti anggur, apel, dan sejenisnya. Buah-buahan memang lebih baik dimakan sebelum menyantap nasi dan makanan berat lainnya, agar sumber vitamin, mineral, dan sebagainya dapat terserap maksimal oleh tubuh. Mengkonsumsi buah-buahan juga otomatis akan mengurangi keinginan untuk menyantap nasi dan makanan berat lainnya, yang dikhawatirkan berakibat buruk bagi tubuh.

Tidak Tidur Usai Sahur Meskipun Kantuk Menyerang

People on Concrete Road during Daytimesumber foto oleh unsplash.com

Mengantuk usia sahur atau salat subuh biasanya dialami oleh sebagian besar masyarakat. Baik anak-anak, dewasa, hingga tua sekali pun. Hal ini bisa dipicu oleh jenis makanan yang dikonsumsi, tiru larut malam, dan jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh. Kalau udah ngantuk berat terus gimana ya? Saat mengantuk, langsung saja gerakkan tangan dan kaki atau lakukan jogging supaya kalori yang menumpuk diubah menjadi energi. Selain olah raga, kita dapat melakukan pekerjaan rumah seperti menyapu, mengepel, dan mencuci piring. Kegiatan tersebut juga mampu membakar kalori sebanyak 105-280 kalori. Hindari menempel atau duduk di atas tempat tidur karena akan memberikan sugesti bahwa “tidur sebentar sepertinya nggak masalah.” Pengennya tidur lima menit, eh.. kebabalsan!

Gunakan Pelembab Bibir & Wajah

beauty, lipstick, make-up

Kurangnya kebutuhan mineral dari luar dan paparan sinar matahari tentu bisa memicu dehidrasi. Untuk mencegahnya, bisa dengan cara menggunakan pelembab wajah dan bibir. Pelembab akan menjaga keseimbangan ph kulit dari luar tanpa mendapat asupan dari makanan. Badan tampak sehat dan segar pastinya. Tenang, tidak akan membatalkan puasa kok!

Istirahat Sejenak Pada Siang Hari

Istirahat bukan berarti tidur, melainkan membuat badan rileks sebentar dari lelahnya kegiatan yang sudah dijalani mulai dari pagi sampai siang hari. Menurut beberapa ahli, mengistirahatkan badan sejenak di siang hari antara 5-15 menit dapat mencerdaskan otak sekaligus menyegarkan performa fisik kembali.

Hindari Rokok & Jenis Makanan Tinggi Gula

baked, baking, boxsumber foto oleh tofros.com

Sudah bukan rahasia lagi bahwa merokok dapat menyebabkan berbagai macam penyakit seperti kanker paru-paru, serangan jantung, dan gangguan liver. Padahal saat puasa tubuh diistirahatkan selama satu bulan penuh dari berbagai ancaman penyakit yang mematikan. Mulai dari rokok, intensitas makan, serta gaya hidup yang tidak sehat. Berhentilah merokok selama satu bulan agar bulan berikutnya terbiasa lepas dari rokok. Hal ini mampu dijadikan terapi demi mengembalikan kesehatan tubuh agar normal kembali. Karena dampak merokok memang kasatmata, tetapi akan terasa setelah bertahun-tahun lamanya. Selain rokok, makanan yang tinggi gula juga lebih baik tidak dikonsumsi berlebih. Slogan ‘berbuka yang manis-manis’ bukanlah sebuah anjuran dalam berpuasa, akan tetapi muncul pertama kali saat iklan sebuah produk hadir di televisi. Makanan yang tinggi gula, apabila dinikmati dalam jumlah banyak mampu menaikkan kadar gula dalam darah. Akibatnya, sering kencing, mudah lapar, haus, dan kehilangan berat badan secara drastis. Jadi konsumsi sewajarnya saja ya.