Tag

, , , , , , , , , ,

Kata “Junk Food” mengarah pada makanan yang mudah untuk dibuat dan cepat untuk dikonsumsi. Junk food memiliki nilai nutrisi sebanyak 0 (Lol ini mah gak banyak, tapi emang gak ada) dan kaya akan lemak, garam, gula, serta kalori. Biasanya junk food terdiri dari makanan ringan yang memiliki kandungan garam banyak alias asin, gorengan, dan minuman bersoda. Banyak Junk food yang juga memiliki lemak trans. Lemak trans bersifat sama seperti lemak jenuh ketika masuk ke dalam tubuh. Lemak trans dapat menyumbat arteri manusia dan menimbulkan endapan yang memicu timbulnya penyakit jantung serta gejala stroke.

Apa itu Fast Food?
Kata “fast food” secaraumum mengarah pada makanan cepat saji (restoran) yang telah disebutkan di atas. Perbedaannya hanya pada teknik penyajiannya saja.  Fast food menitikberatkan pada “teknik penyajiannya yang cepat”, meskipun begitu ada pula fast food yang tergolong baik untuk dikonsumsi seperti gado-gado, lotek, ketoprak, rujak, dan sejenisnya yang kaya akan vitamin dan protein. Junk food lebih dititikberatkan pada nutrisi dalam makanan, sehingga banyak orang menyebutnya “makanan sampah” karena tidak memberikan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh, sebaliknya meninggalkan banyak efek buruk pada tubuh. Junk food juga sering dikatakan sebagai pembunuh berdarah dingin karena makanan ini tergolong mahal tetapi manfaat yang didapat tidak sebanding dengan kebutuhan manusia yang sebenarnya.

Mengapa Junk Food dan Fast food yang buruk menarik minat konsumen?
Beberapa hasil observasi telah membuktikan bahwa manusia cenderung tertarik dan kecanduan terhadap makanan yang tinggi lemak, gula, dan garam seperti memakan snack ringan, aneka kue, dan sejenisnya. Serentetan pengusaha makanan ini diam-diam sangat bahagia karena membuat perusahaan mereka berkembang luas di US dan saat ini mereka memperluas perusahaannya di negara lain, dan saat ini banyak berdiri cabangnya di  Indonesia. Semakin banyak masyarakat memakannya, semakin banyak uang yang dicetak oleh perusahaan. Perubahan yang besar telah diciptakan oleh deretan perusahaan seperti ini dengan menambah nilai marjinal pada makanan, semakin banyak makanan yang dibeli konsumen makin berkurang uang mereka. Para konsumen berpikir bahwa mereka mendapatkan makanan dengan harga yang sesuai. Mereka mendapatkan makanan lebih banyak dengan jumlah harga yang sama, akan tetapi apa makanan yang telah mereka peroleh? makanan yang berada ditangan mereka adalah jenis yang tinggi lemak dengan nilai nutrisi 0 dan justru membuang uang mereka. Berpikirlah sejenak untuk mengkonsumsi Junk food guys🙂

add sources : realfoodindia
photo by google
review by anisakj