Tag

, , , , , , ,


pict from google

Menjadi Vegetarian adalah sebuah pilihan untuk hidup lebih sehat, vegetarian juga tak melulu soal banyaknya porsi yang dimakan atau cara mengatur keseimbangan makanan melalui sayuran, tetapi  masih banyak yang belum mengetahui bahwasanya vegetarian tidak 100% hanya sayuran, biji-bijian, nabati, dan sejenisnya. Dalam dunia ‘vegetarian’ itu sendiri masih dikelompokkan ke dalam berbagai tipe atau jenis. kelompok manakah kamu berada? Berikut pemaparan Jolinda dalam vegetarianabout yang saya rangkum, seorang wanita yang menjalani hidupnya sebagai vegetarian lebih dari 20 tahun dan kemudian menjadi seorang Vegan.

  1. Flexitarian/ Semi Vegetarian
    “Flexitarian” merupakan sebutan yang digunakan untuk mendeskripsikan pelaku diet vegetarian, namun juga sesekali masih memakan daging.
  2. Pescatarian
    Pescatarian terkadang digunakan sebagai sebuah penyebutan bagi mereka yang menjauhkan diri dari aneka protein yang berasal dari daging, kecuali ikan.
  3. Vegetarian (Lacto-Ovo Vegetarian)
    Jenis ini digunakan bagi mereka yang tidak memakan makanan yang berasal dari daging, unggas, ikan, kerang atau protein hewani dari daging lainnya, tetapi masih memakan telur, serta produk susu yang tergolong ke dalam Lacto-Ovo-Vegetarian. “Lacto” berasal dari bahasa latin yang berarti “susu”, dan “ovo” berarti “telur”. Pada jenis ini, masih ada beberapa pembagian kelompok seperti Lacto-vegetarian, digunakan untuk mendeskripsikan mereka yang tidak makan telur, namun masih makan produk yang dihasilkan dari susu. Kemudian ada Ovo-vegetarian yakni digunakan untuk mereka yang tidak makan daging ataupun produk susu namun masih makan telur. terakhir adalah Lacto-ovo-vegetarian yakni digunakan bagi mereka yang memakan telur serta produk susu,
  4. Vegan
    Seorang vegan tidak makan daging jenis apapun dan juga tidak makan telur, produk susu, atau makanan yang mengalami proses pembuatan menggunakan ketiganya. Banyak vegan yang menahan diri untuk memakan makanan yang terbuat dari produk hewani yang tidak mengandung produk hewani di akhir prosesnya, seperti gula.
  5. Raw Vegan/ Raw Food Diet
    Terdiri dari makanan vegan yang tidak diproses karena dipanaskan dalam suhu di atas 115 derajat fahrenheit atau 46 derajat celcius. Raw Foodist percaya bahwa makanan yang dimasak diatas suhu tersebut akan kehilangan jumlah nutrisinya dan justru berbahaya bagi tubuh.
  6. Macrobiotic
    Sebutan ini ditujukan bagi mereka yang memperhatikan kualitas kesehatan dan penyembuhan, makanan yang masuk ke dalamnya seperti makanan vegan yang tidak mengalami proses seperti semua jenis biji-bijian, sayuran, buah, dan masih diijinkan untuk makan ikan. Sedangkan gula dan minyak dihindari.