Tag

, , , , , , , , , ,

Hiromi

Kembali pada tahun 1969, seorang anggota ahli gastroenterologi asal jepang yang bekerja di Rumah Sakit Beth Israel di New York City, Dr. Hiromi Shinya, mengembangkan peralatan dan teknik untuk menghilangkan polips dengan cara memeriksa saluran pencernaan pasien tanpa harus melalui sistem bedah atau biasa yang disebut dalam dunia kedokteran adalah (teknik endoskopi), guna menolak adanya operasi pembedahan perut. Hal ini menjadi terobosan bersejarah dalam mencegah kanker kolon. Lalu mengapa kita harus mulai peduli dari sekarang? Beberapa tahun yang lalu, ada seorang pembaca dari kota New York yang menyebutkan bahwa seorang gastroentologist, Dr. Hiromi Shinya telah menerbitkan buku yang populer (lebih dari 2 juta kopi terjual habis) di Jepang, berjudul “The Enyzme Factor”. Ia menemukan hal yang menarikdari buku tersebut, bahwa dokter Hiromi adalah seseorang yang menganjurkan kita untuk melakukan diet rendah lemak, bahkan menjadi seorang vegan atau vegetarian.

“Melewati serangkaian dekade di klinik praktik, menguji secara harfiah ratusan hingga ribuan orang sebagai seorang gastrointestinal edoscopis, saya belajar bahwa ketika sistem pencernaan (usus dan lambung) bersih, tubuh seseorang itu akan lebih mudah untuk menangkal berbagai penyakit, apapun jenisnya” Tutur dokter Hiromi.

Hal diatas berlaku baik seseorang yang secara genetika memiliki kecenderungan terhadap penyakit jantung, diabetes, kanker kolon (usus), prostat, ginjal dan sebagainya, segalanya bergantung pada diet dan pola hidup yang akan menjadi tombol penggerak penyakit dan tombol penghenti penyakit. Dua tahun lalu setelah dokter Shinya mulai menguji lambung dan isi perut dengan sebuah skop, ia mulai bertanya pada pasiennya mengenai riwayat diet hariannya. Terdapat perbedaan besar pada setiap pasien yang ia periksa, ada yang sehat dengan memiliki pencernaan yang bersih, halus, berwarna pink, dengan selaput lendir yang transparan, pembuluh darah tak terlihat, dan lipatannya berseragam. Mereka yang tidak sehat cenderung kaku, bernoda, dengan lapisan lambung yang tipis, lapisan dalam mengkerut, lipatannya tidak sama, kantung terlihat berongga yang berisi bintik-bintik, penuh dengan membran selaput lendir, begitu pula dengan organ yang tidak bekerja aktif. Dokter Shinya menyimpulkan jika ada hubungan antara diet dan kesehatan pencernaan terutama usus.

Teori faktor enzim yang dijelaskan oleh dokter Shinya memiliki pengertian bahwa enzim merupakan katalisator protein yang tercipta bersamaan dengan berbagai sel yang berasal dari segala sesuatu yang hidup dan mereka perlu untuk mempertahankan hidup, memikirkan pengangkutan nutrisi, pencernaan, mengeluarkan kotoran, memadukan, detoksifikasi atau pembuangan racun, membusukkan, dan memasok energo. Lebih dari 5000 jenis enzim vital, setiap dari enzim tersebut memiliki peran kerja yang spesifik seperti mencerna enzim amilasi yang terdapat di air liur dan bereaksi terhadap karbohidrat.

Beberapa makanan seperti produk harian berupa daging, dan alkohol membutuhkan jumlah yang lebih besar dibandingkan jumlah normal dari enzim utama untuk menghancurkan mereka semua, menciptakan kurangnya enzim yang justru dibutuhkan untuk mencerna dan melakukan penyerapan. Solusinya adalah Menolak berbagai jenis makanan yang menghabiskan seluruh enzim. Shinya dengan jelas mengakui bahwa ini adalah sebuah teori, namun juga satu-satunya yang ia praktikkan secara personal dalam waktu empat puluh tahun dan satu-satunya teori yang bekerja dengan baik untuk seluruh pasiennya.

Setelah Memeriksa 300.000 saluran pencernaan dan lambung, Dr. Shinya memiliki sesuatu yang dikatakan mengenai kesehatan Gastrointentestinal (Gastrointestinal adalah sistem pencernaan yang berkaitan erat dengan usus dan lambung). Berdasarkan berbagai kuisioner dan kondisi sistem pencernaan dari pasien yang ia periksa menyimpulkan, Berikut 10 makanan yang perlu dihindari atau dikurangi, dan semuanya berhubungan dengan hasil riset pencernaan yang sehat dan tidak sehat :

  1. Kurangi Protein hewani, khususnya daging berwarna merah
  2. Produk harian seperti susu sapi, keju, yogurt, dan berbagai jenis produk susu
  3. Teh hijau jepang, teh china, teh inggris (dibatasi per harinya hanya boleh dikonsumsi 1-2 cangkir).
  4. Kopi
  5. Sesuatu yang manis dan gula
  6. Nikotin
  7. Cokelat
  8. Makanan berlemak dan berminyak
  9. Garam meja (gunakan garam laut dengan kandungan mineral di dalamnya)
  10. Alkohol

Berikut makanan yang disarankan Dokter Shinya untuk kesehatan tubuh :

  1. Makanlah makanan yang 80-90% berasal dari sayur dan tumbuh-tumbuhan. 50% biji-bijian, nasi merah, seluruh pasta gandum, sereal dari nabati bukan kemasan, roti gandum dan biji-bijian termasuk kedelai, buncis, kacang polong, kacang hitam dan merah. 30% berasal dari sayuran hijau dan kuning serta tanaman berakar seperti kentang, wortel, ubi jalar, dan sayuran basah lainnya. 5-10% adalah buah-buahan, buah berbiji-bijian dan kacang. sisanya bisa diganti dengan susu kedelai, susu beras, dan susu almond.
  2. 10-15 protein hewani (tidak lebih dari 3-4 per ons tiap harinya). Yakni berupa daging ikan dari segala jenis, lebih disarankan ikan berukuran kecil dibandingkan ikan berukuran besar karena renta terkena limbah merkuri. Daging dari kalangan unggas seperti ayam, bebek, dan tentunya dalam jumlah kecil tentunya. Daging sapi, domba, lembu , nah yang jenis ini harus dibatasi atau bahkan dihindari. kemudian telur.
  3. Makanan yang dapat kamu tambahkan dalam menu diet yaitu minuman herbal, rumput laut, minyak ikan yang kaya nutrisi untuk perkembangan DHA.
  4. Minuman yang baik. Kenapa? Minuman sangat bermanfaat untuk tubuh karena mengandung magnesium dan kalsium , jika kamu meminum minuman yang sehat, maka akan membantu menjaga tubuh dan mengoptimalkan Ph alkalin. Orang dewasa minum 6-10 gelas perhari, 1-3 gelasnya diminum saat setelah bangun di pagi hari, dan 2-3 gelasnya diminum satu jam sebelum makan.
  5. Lakukan pembuangan setiap hari. Mulailah harimu dengan membuang segala jenis kotoran dalam pencernaan (tidak perlu disebutkan pasti tahu kan? hehe). Ingat, jangan menggunakan obat pencahar atau pencuci perut. Makanlah makanan yang tinggi dan kaya akan serat, tapi jangan makan dari asupan suplemen berserat.
  6. Istirahat yang cukup. Tidurlah di waktu yang sama setiap malam, dan 6-8 jam adalah lamanya waktu yang ideal. Jangan minum 4-5 jam sebelum tidur, jika kamu haus atau lapar, makanlah potongan kecil-kecil buah segar sebelum beristirahat, karena nanti akan lebih cepat dicerna. Istirahtlah sebentar 30 menit setelah makan siang.
  7. Bernapas dan Mediasi. Lakukan mediasi dan positif thinking, lakukan pernapasan perut selaam 4-5 kali per jam. hal ini sangat penting karena bernapas dalam-dalam membantu mengeluarkan racun dalam tubuh dan radikal bebas. Lalu gunakan pakaian longgar yang tidak mengganggu pernapasanmu.
  8. Bersantai dan penuh cinta. Maksudnya lakukan kegiatan yang menyenangkan serta positif, seperti menyalurkan hobi yang membuat suasana hati senang, tertawalah, berbahagialah. Hiduplah penuh rasa keinginan, dan manfaatkan hidupmu, kerjamu, dan seseorang yang kamu sayangi (yang terakhir eaaak banget ya haha).

Jadi mulai sekarang perhatikan apa yang kita makan, di era digital yang super canggih ini segala sesuatunya dapat dimodifikasi, dapat dikombinasikan tanpa ilmu. Tubuh sangat membutuhkan apa yang mereka minta, bukan hanya keinginan dari kita inginkan. Cermati setiap makanan yang masuk ke dalam mulutmu. Jika metabolisme tubuh baik, maka akan bekerja sebagaimana mestinya, dan mencegah lebih baik daripada mengobati.

 

source : happyhealthylonglife.com
Dirangkum dan diterjemahkan oleh aniskj