Tag

, , , ,

Apa sih Food Combining? Sudah tahu? sudah mencoba menerapkan? atau setidaknya mendekati pola hidup satu ini?

Yaps, Food combining menurut situs bodyecology merupakan rahasia kecil yang terkenal dalam pola makan guna meningkatkan sistem pencernaan untuk memberikan energi dan untuk membantu mengurangi berat badan serta menjaganya agar tetap ideal. Food Combining Indonesia menulis dalam websitenya bahwa Food Combining adalah pengaturan pola makan yang mengacu kepada sistem cerna tubuh terutama sistem cerna. Pola makan lebih mengacu ke mekanisme pencernaan alamiah tubuh dalam menerima jenis makanan yang serasi sehingga tubuh dapat memproses semua itu dengan baik dan mendapatkan hasil secara maksimal (Erikar Lebang). Efek pola makan ini meminimalkan jumlah penumpukan sisa makanan dan metabolisme sehingga fungsi pencernaan dan penyerapan zat makanan menjadi lancar dan pemakaian energi tubuh juga lebih efisien ( Andang Gunawan, Food Combining;Kombinasi Makanan Serasi). Mengapa kita harus melakukan Food Combining? Mengapa harus mengurangi asupan protein hewani, gluten, dsb ? Food Combining bukan bertujuan untuk diet, tapi mengapa sangat dianjurkan? Apakah ada efek samping dalam menerapkan pola makan ala Food Combining? Mengapa pengidap kanker pun dapat survive hanya dengan Food Combing? Mengapa sayur dan buah-buahan tidak dapat dikombinasikan?  jawabannya dapat dibaca lebih lanjut pada laman Food Combining Indonesia Berikut ini.

Selama beberapa hari bahkan beberapa minggu membaca, mendalami, dan kemudian menerapkan Food Combining memang begitu sulit pada awalnya, bagaimana tidak? dari awalnya saya suka membuat aneka hidangan pastry dengan terigu dan telur sebagai bahan utamanya membuat kegemaran saya akhirnya goyah dan tumbang juga, hehe tapi senang juga bisa merasakan manfaatnya. Food Combining ini kita lebih didekatkan pada hasil bumi, hasil alam alias raw foods (makanan-makanan mentah). Pola makan kita lebih dekat dengan buah-buahan segar dan sayuran mentah. Kenapa harus mentah? karena sayuran ini kaya akan enzim dan enzim akan terkuras habis jika terkena panas 40 derajat celcius, itu artinya kandungan alamiah sayur akan terjaga jika ia masih dalam keadaan mentah. “Hiii, jelas enggak enak yah?” itulah celotehan yang keluar sepintas akibat pemikiranku yang sudah tersugesti karena seringnya memakan sayur mayuir dalam keadaan sudah dimasak. Tidak salah juga makan nasi dan sayur mayur dalam keadaan matang, karena dalam sistem Food Combining tetap masih diperbolehkan, hanya saja asupan sayur mentah harus memiliki porsi yang lebih banyak untuk menunjang asupan tubuh sebenarnya. “Ekstrim” itulah kata yang terlontar dari saudaraku. Sesungguhnya hal-hal berbau ekstrim itu keluar bagi mereka yang tidak terbiasa dan tidak mencoba membiasakan (Nisa Quotes hehe). Petang datang, bangun tidur sebelum wudhu mencoba meminum air hangat yang ditetesi dengan perasan jeruk nipis ( ini pun cara meminumnya juga tidak boleh asal teguk alias harus dirasakan dalam mulut terlebih dahulu agar tercampur dengan enzim di dalam mulut) dan satu jam kemudian minum air putih, begitu juga satu jam seterusnya, kemudian sarapan pagi dibuka dengan sarapan aneka buah-buahan, bagaimana kalau lapar? ya nyemil buah lagi. Antara makan buah dan minum air pun ada jeda waktunya. Sungguh luar biasa perjuanganku karena pola makan pada biasanya jauh berbeda dengan sebelumnya. Bagaimana jika aktivitas banyak? apakah mencukupi kebutuhan energi dan kalori tubuh? tenang saja, itu hanya sugesti kita sebenarnya, bisa dibaca lebih lanjut di website FCI karena saya bukan pakar ahlinya, tapi masih amatiran dan masih belajar terus hehe. Saya pun punya asam lambung dan magh, kemudian mudah lelah jika banyak aktivitas, tetapi justru yang saya rasakan akhir-akhir ini sebaliknya. Setelah mengikuti pola makan FC, perut terasa adem setiap hari, magh juga jarang kambuh, dan badan yang tadinya mudah masuk angin kini enggak lagi. Bonus tambahannya, mata juga tidak mudah pedas saat berada di depan layar monitor, aneh juga padahal itungannya masih mingguan belum tahunan, lah apakabar yang sudah menerapkannya bertahun-tahun? memang belum seluruhnya merasakan manfaat dari FC ini tetapi setidaknya mengurangi rasa sakit yang ada dalam tubuh hehe. Setelah mengikuti alur FC ini, saya juga tidak lantas menjauhkan diri dari aneka roti, nasi, dsb, tapi kan tidak mungkin langsung tiba-tiba hehe, ya awalnya mengurangi saja, nasi pun juga dikosumsi dalam jumlah sedikit, lebih banyak sayurnya hehe. Tapi lama kelamaan malah rasa “tidak ingin banyak-banyak makan roti, kue, nasi” itu justru datang dengan sendirinya, dan lebih ngiler kalau melihat aneka macam buah-buahan. Asli, ribet memang awalnya. Dari yang sebelum makan sayuran mentah, sayurannya harus direndam menggunakan larutan cuka apel agar zat-zat kimia yang menempel terlepas dan tidak menempel dan makannya pun juga harus pelan, wah bayangin dah tuh mentah semua wkwkkw tapi ternyata nggak seburuk yang saya kira kok, makannya kan ditambah sambel bawang jadi sedap, bisa juga membuatnya dengan resep trancam hehe. Kemudian satu hal yang bikin saya kagum dari para pelaku Food Combining ini adalah insyafnya para pengguna produk pabrikan dengan slogan ‘membuat tubuh lebih sehat, ideal’ dsb hehe. Kalau dilogika memang benar adanya, produk yang membuat kita mengeluarkan banyak uang sehingga lama kelamaan menjadi ketergantugan itu tidak dapat memberikan dampak yang benar-benar signifikan dan nyata, yanga da justru ketergantungan, terlebih lagi jika ditukar untuk membeli sayur dan buah-buahan dapat satu box kardus mesin cuci, yang terbaik memang bersumber dari alam karena jasad kita pun juga akan ditampung alam #waduh. Intinya,jika Food Combining ini dilakukan penuh dengan cinta dan keyakinan mah pasti ada jalan dan banyak manfaatnya ketimbang mudharatnya, cieeee😀