Tag

, , , , , ,

Pasti kita tidak asing lagi dengan ‘penyedap makanan’ yang selalu nempel di setiap masakan para ibu-ibu, iya kan? Tapi apakah kamu benar-benar tahu berapa banyak takaran yang mereka tuang ke dalam makanan? Tentu ini menjadi hal yang perlu dipertimbangkan. Jika keluarga anda dibangun dengan menggunakan penyedap rasa dalam setiap masakan maka akan menciptakan lidah yang tidak bisa lepas dari penyedap rasa, begitu juga sebaliknya. Maka penggunaan penyedap rasa merupakan pilihan bagi setiap ibu rumah tangga. Ketika anda menjadi keluarga yang tidak menggunakan penyedap rasa instan, maka saat makan di luar lidah anda akan dengan cepat merespon dan dapat membedakan manakah makanan yang mengandung penyedap rasa/ mengandung penyedap rasa kuat/ tidak mengandung penyedap rasa sama sekali. Benarkan? Ibu rumah tangga adalah penentu kualitas bagi makanan anak-anaknya, oleh karena itu tidak hanya mengandalkan kelezatan dan kenyangnya perut semata, akan tetapi juga harus mempertimbangkan kesehatan keluarga anda, terutama buah hati. Biasanya menurut pengalaman saya, makanan yang mengandung penyedap rasa akan membuat tenggorokan cepat kering dan haus, lidah terasa kasar dan kesat, eneg terhadap makanan, dan mual, bahkan bisa menyebabkan alergi. Itu dikarenakan saya hampi tidak pernah mengkonsumi masakan dengan penyedap rasa instan atau bahkan sangat jarang sekali. Penggunaan  penyedap rasa setiap hari dan menumpuk dalam jangka waktu panjang banyak memberikan efek negatif, salah satunya merusak sistem saraf otak dan pemicu kanker akibat proses kimia yang dihasilkan saat memasak, dan anda bisa melihatnya di berbagai postingan online atau bertanya secara langsung pada dokter. Oleh karena itu pilihan dan kesehatan keluarga, terutama buah hati anda juga dipengaruhi oleh ketelitian serta prinsip anda dalam mengolah makanan. Tetapi tidak perlu khawatir, saya hanya merekomendasikan hehe.  Berikut beberapa alternatif penyedap makanan yang saya rekomendasikan aman untuk keluarga, terutama buah hati.

Berikut penyedap makanan yang dapat anda olah sendiri

  1. Baceman bawang
photo by nisakaje

photo by nisakaje

Sudah pernah mendengar baceman bawang? iyaps, baceman bawang ini adalah perpaduan antara minyak goreng dan bawang putih serta kemiri yang difermentasi dalam sebuah wadah dan dapat bertahan selama 1-2 tahun. Cara membuatnya adalah anda ambil 20 butir bawang putih dan 1 biji kemiri lalu ditumbuk kasar kemudian masukkan wadah yang kedap udara (paling bagus menggunakan toples kaca yang benar-benar rapat dan bisa juga menggunakan tupperware yang kedap udara) kemudian masukkan minyak goreng sampai tumbukan bawang serta kemiri tadi benar-benar tercelup oleh minyak goreng. Tunggu minimal 24 jam untuk digunakan sebagai bahan penyedap/minyak menumis pembuatan capcap, oseng, mie, dsb.

2. Kaldu jamur

Kaldu jamur tidak dapat bertahan lama seperti baceman bawang, larutan ini hanya bertahan 3-5 hari dengan menghangatkannya sekali saja. Caranya anda ambil jamur tiram sesuai dengan selera kemudian masukkan ke dalam panci dan tambahkan air, lalu rebus hingga jamurnya empuk, jangan lupa untuk mengangkat dan meniriskan jamurnya sehingga hanya tersisa air kaldu jamur di dalamnya. Jika sudah matikan api lalu masukkan garam dan aduk, kemudian anda rasakan …jika sudah asin dan gurih maka penyedap rasa sudah jadi. Jamur dari rebusan tidak perlu dibuang karena dapat anda masak menjadi berbagai olahan seperti oseng jamur, capcay, sop jamur, dsb.

3. Kaldu ayam/Kaldu sapi

Kaldu ayam tidak berbeda jauh dari kaldu jamur. Ayam yang digunakan haruslan ayam kampung untuk menciptakan rasa gurih dan sedap. Anda cukup membeli ayam kampung sedikit saja dan kemudian anda cuci bersih lalu anda rebus dan tambahkan bumbu ( garam+bawang putih yang ditumbuk halus) lalu masak hingga ayam benar-benar empuk. Angkat ayam rebus dan bisa anda jadikan soto, sop, dsb. Sedangkan kaldunya dapat anda gunakan sebagai penyedap rasa hingga 4 hari, tentunya juga ada proses memanaskannya sampai 2 kali. Untuk kaldu sapi memasaknya sama.

Semangat dan selamat mencoba🙂