Tag

, ,

Yah sudah tidak asing lagi ditelinga ketika kita mendengar kata “Idola” atau “Mengidolakan”. Siapa sih Idola kamu? Kenapa kamu mengidolakan dia? (jawabannya ada pada diri tiap individu.

Aku pernah membuang waktuku berjam-jam hanya untuk membaca kegiatan, jadwal, kesibukan para artis dunia hiburan. Kadang jika tulisan itu lucu aku tertawa, kadang jika tulisan itu berisi berita tak enak aku terdiam dan menggali informasi lebih dalam lagi agar makin akurat dan enggak penasaran, Kenapa? karna pikirku pada saat itu adalah “mereka idolaku, aku gak rugi ngidolain mereka” tetapi justru setelah kejadian itu yang ada merenung, bahkan secara logika aku berpikir bahwa aku “rugi besar”. Yah…aku rugi besar, waktuku habis bukan untuk belajar mengenai hal-hal yang lebih aku butuhkan, ketika orang sedang memperbincangkan hal-hal di luar para idolaku aku hanya tau soal “mengidalakan artis”. Kuota, tenaga, pikiran, hati habis karena sibuk membicarakan, memberikan opini, dan soal artis dunia hiburan. Well, sesekali boleh lah kalau mau ngutarain opini, tapi kalau keseringan? (kembali lagi, jawabannya ada di hati masing-masing individu). Setiap aku membuka sosial media yang keluar juga itu-itu saja, tapi diposisi mereka juga pasti berpikir “ah nisa lagi..nisa lagi yang update status”, oke di sini  aku mencoba tidak egois dan masih menghormati apa yang disukai olah teman-teman yang lain. Aku hanya tidak terima ketika mereka saking mengaguminya seseorang sampai-sampai kalap dan mengeluarkan kata umpatan atau kasar, kenapa? ak juga pengguna sosmed yang tidak mau melihat tulisan atau kata celaan yang seharusnya tidak ditulis, semisal kata-kata binatang, dsb.  sosial media bukan tentang sukanya kita aja, orang lain juga membaca apa yang kita tulis dan kita akan menjadi saksi atas apa yang dilakukan oleh mereka suatu saat nanti.  Bukan cuma itu saja, sudah berapa banyak waktuku untuk mengagumi mereka tanpa aku tahu apakah mereka benar-benar 80% melakukannya untuk kita juga, bukan karena bisnis? apakah kerja keras mereka semata-mata untuk fans macam kita ini? (ah entahlah) dalam dunia bisnis mereka mendapatkan honor selangit tapi kita semakin banyak pengeluaran dan semakin menipis, karya mereka hanya bisa dinikmati secara sepersekian hidup tapi honor yang mereka terima bisa menjadi invstasi yang menjanjikan untuk mereka sang pelaku dunia hiburan, anggap saja ini pemikiran yang liberal dan jahat dari sudut pandang ekonomi. Tidak munafik aku menyukai mereka, tetapi sudah saatnya aku pensiun untuk tidak membuang waktuku mengidolakan mereka yang sebenarnya tidak memberikan banyak manfaat dalam hidupku dan tanpa aku mengganggu apa yang menjadi kesukaan orang-orang di sekelilingku. Aku sadar, sudah saatnya berhenti. Berhenti adalah pilihan bukan paksaan. Siapapun kamu berhak atas pilihanmu selama tidak mengganggu privasi orang lain. Sedikit demi sedikit dan kemudian banyak lalu, Goodbyee…….. cukup nikmati karya mereka tanpa harus sibuk dengan urusan mereka adalah salah satu cara mengawali semuanya. Well, just share about blah blah blah🙂