Tag

, , , , , , , ,

Author : Anisa Kautsar Juniardi (Sunkissmooncom)

Cast       : Hana, Luhan, ShinYe, , Kyuhyun,, Seohyun, YongHwa

Genre   : –

 

Ini diambil dari kisah nyata orang-orang di sekitar saya  selamat membaca

 

Kriiiiiiiiing….(suara bel sekolah pun berbunyi dan pelajaran berakhir, semua siswa pun pulang dan para guru masih terlihat ada rapat di ruang mereka).

“Hana ssi setelah pulang sekolah bisakah kamu menemaniku pergi membeli kado untuk Seohyun?” panggil Luhan seraya bertanya padaku untuk menemaninya membeli kado.

“Em..baiklah oppa, tetapi kita pulang dulu ke rumah ya, tidak enak rasanya pergi masih memakai sragam sekolah seperti ini”. Pintaku terhadap Luhan oppa. “Baiklah..jam 2 oppa tunggu di toko dekat sekolah kita ya” jawabnya. “Iya…bye bye….” Jawabku dengan nada sedikit sinis. Dalam perjalanan pulang aku sebenarnya sakit hati, dan rasanya campur aduk.

“Kenapa Luhan membelikan kado untuk Seohyun, apakah dia menyukai gadis berambut hitam tebal itu? Sikapnya sangat manis padanya, bukan hanya itu anak-anak satu kelas mengatakan mereka berdua cocok, sahabatku sendiri juga suka menjodohkan mereka berdua. Apanya yang cocok, kurangku apa? Mengapa untuk menyenangkan hati Seohyun harus selalu melibatkanku. Memang benar dia menganggapku sahabat baiknya, tapi dia sepertinya tak memilki perasaan apapun kepadaku. Ciih..siapa juga yang mau jadi pacarnya. Aku harus kuat dan terus tersenyum seperti ini. Ya kamu bisa Hana..kamu bisa” Gumamku panjang di dalam hati. Terkadang kamu akan bingung membedakan rasa cinta dan rasa kagum terhadap seseorang, tapi kamu akan mendapatkan jawabannya nanti setelah kamu merasakan sakitnya dan sulit menghilangkan rasa sakit itu sendirian.

Aku Lee Hana. Aku hanya memiliki beberapa sahabat dekat dan aku menghabiskan sebagian waktuku di depan layar monitor. Aku tak pandai bergaul, namun aku bersykur memilki sahabat seperti Luhan Oppa. Kami beda umur satu tahun, dan kami telah mengenal satu sama lain semenjak ia suka mengajakku bermain bersama. Rumahnya pun tak jauh dari rumahku, dia sering menjadi tempatku berkeluh kesah ketika aku ada kesulitan dalam pelajaran. Harapanku pertama saat bertemu dengannya adalah semoga pertemanan kami berlanjut pada persahabatan dan kami tidak saling membenci satu sama lain suatu saat nanti.

*Beberapa menit kemudian*

Untuk Selengkapnya baca disini FF Chapter 1