Tag

, , , , , ,

Sebelumnya, apa itu PHP? PHP atau bahasa gaulnya Pemberian Harapan Palsu, itu sebabnya mengapa banyak yang berkata dengan nada “idih, kamu mau PHPin aku ya?”.Hampir semua orang mengalami hal ini, baik laki-laki maupun perempuan, terutama anak-anak SMA yang masih remaja pasti kebanyakan sudah mengalaminya. Kenapa bisa terjadi PHP? ah, aku sendiri juga enggak ngerti kenapa bisa terjadi (alasan seseorang yang tidak mau disalahkan). PHP terjadi dimana ketika sesorang sudah berkata A karena ia yakin bisa menjalankan dan memenuhinya (optimis banget ya) tetapi malah gagal karena sesuatu dan dibilang PHP oleh lawan pasangannya, namun ada kondisi lain dimana sesorang melakukan PHP karena memang sengaja dan sudah direncanakan terlebih dahulu ( hati-hati dengan laki-laki biawak seperti ini). Banyak faktor mengapa mereka melakukan PHP. Antara lain :

  • Faktor internal, seperti terhalang oleh keluarga, perbedaan status, agama dan prinsip
  • Faktor eksternal, seperti adanya pihak ketiga yang dirasa lebih cocok dan lebih baik(padahla belum tentu)
  • Adanya keinginan ingin memanfaatkan materi dari lawan jenis, makanya sering digombali dan diumbar janji yang bikin hati melting(meleleh)
  • Illfeel terhadap lawan jenis. Ada suatu ketika mereka tertarik denganmu diawal waktu karena keburukanmu belum terlihat dengan jelas (nobody’s perfect ya teman)lalu meninggalkanmu tanpa say goodbye.
  • Karena pihak perempuan/laki-laki memang mudah untuk diPHP
  • Pelempiasan seseorang karena ia tidak bisa mendapatkan apa yang ia inginkan(yang begini biasanya sedang tidak sehat jiwa dan pikirannya)

Ada PHP ada juga PPHP. Apa itu PPHP? PPHP adalah penanggulangan Pemberian Harapan Palsu(ini bahasa saya sendiri yang baru saja dapat inspirasi), ekekkekee. Langsung aja ya gan, sist.
maunya enggak kena PHP kan? yaiyalah karena PHP itu rasanya menyakitkan, bahkan bikin galau orang hingga berhari-hari sampai berminggu minggu(boros banget nih yang berminggu-minggu).

  1. Jangan langsung percaya terhadap janji-janji lawan jenis jika kamu mencium sebuah kebohongan yang terselubung
  2. Britahu keburukanmu apa adanya dan bilang langsung ke do’i, jika dia tidak bisa menerima jangan harap hubungan langgeng
  3. Lihat terlebih dahulu, latar belakang keluarganya, apa mereka menyetujuimu atau tidak. Pilihannya adalah kamu dan pasanganmu sama-sama berjuang untuk mendapatkan hati orangtua masing-masing atau langsung mundur.
  4. Jika dia tipe yang mudah ilfeel dengan sesuatu tetapi tidak mau memberitahu bagaimana cara memperbaikimu dan hanya membicarakanmu dibelakang, lebih baik kamu berpikir ulang untuk melanjutkan hubungan dengan si do’i.